UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto bekerjasama dengan SMAN 3 Purwokerto menyelenggarakan Pelatihan Psychological First Aid (PFA) pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Pelatihan ini menjawab mengenai isu kesehatan mental di kalangan remaja. Pelatihan ini menghadirkan Psikolog Eka Widiasari sebagai narasumber dan diikuti oleh 40 anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK–R) Ceria.
Sejak awal, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi karena tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan simulasi pertolongan pertama psikologis.
Dalam sesi pelatihan, peserta dilatih mengenali tanda-tanda awal masalah kesehatan mental yang umum dialami remaja, seperti stres, kecemasan, hingga depresi ringan. Mereka juga belajar memberikan dukungan psikologis awal secara efektif agar mampu menjadi konselor sebaya yang siap membantu teman dalam kondisi krisis.
Kepala SMAN 3 Purwokerto, Joko Budi Santosa menegaskan pentingnya peran tutor sebaya dalam mencegah masalah mental remaja. “Melalui pelatihan ini, anak-anak dilatih menjadi pendengar yang empati, memahami masalah teman, sekaligus menjaga kerahasiaan. Dengan begitu, kasus menyedihkan akibat masalah mental yang dipendam sendiri bisa diminimalisasi,” ungkapnya.
Narasumber pelatihan, Eka Widiasari, menekankan bahwa PFA bukan sekadar memberi nasihat. “Layaknya P3K untuk luka fisik, Psychological First Aid adalah pertolongan pertama pada luka batin. Caranya dengan hadir penuh empati, mendengarkan tanpa menghakimi, serta membantu seseorang menemukan kembali kekuatannya,” jelasnya.
Pelatihan ini mendapat respon positif dari peserta. Zharifa, salah satu anggota PIK–R Ceria, mengaku lebih siap membantu teman setelah mengikuti kegiatan.
“Kami jadi tahu bagaimana cara mendukung teman yang sedang kesulitan, sesuai panduan psychological first aid dari narasumber,” katanya.
Sementara itu, Rahmah Syahidah, Ketua Panitia, berharap kegiatan ini menumbuhkan budaya peduli kesehatan mental di sekolah.
“Dengan tagline stay strong, stay connected, kami ingin anggota PIK–R Ceria lebih empati, percaya diri, dan terampil menjadi konselor sebaya,” ujarnya.
Koordinator Prodi BKI UIN Saizu, Lutfi Faishol memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa PPL yang berkolaborasi dengan sekolah. Ia menegaskan bahwa pembekalan semacam ini sangat penting untuk generasi muda.
“Dengan mental yang sehat, akan tumbuh rasa empati, kepedulian, dan pola pikir positif dalam diri siswa. Itulah bekal penting untuk menghadapi tantangan kehidupan,” pungkasnya.
Pelatihan PFA di SMAN 3 Purwokerto ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah kesehatan mental. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan remaja, budaya saling peduli dapat berkembang sehingga krisis mental pada remaja bisa dicegah sejak dini. (AR)
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul !!!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #FakultasDakwahUINSaizuPurwokerto

