UINSAIZU.AC.ID – Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan Islam. Sebanyak 3.125 mahasiswa baru secara serentak berpartisipasi dalam program Wakaf Uang, untuk mendukung Dana Abadi Pendidikan Islam (DAPI) gagasan Dirjen Pendis Kementerian Agama RI.
Langkah ini respon UIN Saizu dalam ikut menyukseskan salah satu program prioritas Kementerian Agama di bidang pemberdayaan ekonomi umat melalui penggalangan dana sosial ummat melalui Gerakan wakaf uang di lingkungan PTKIN.
Ini sekaligus model nasional pengembangan wakaf produktif di kampus.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, menyampaikan bahwa inisiasi UIN Saizu melibatkan semua warga kampus mulai dari para dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa.
Melalui forum PBAK, mahasiswa baru dibangun kepedulian sosialnya melalui aksi nyata dengan melakukan wakaf secara sukarela.
Menurut Rektor, tata kelola wakaf ini bisnis kepercayaan sehingga harus dikeola secara akuntabel dan transparan. Wakaf uang bukan hanya ibadah sosial, tetapi solusi strategis untuk pembiayaan pendidikan Islam jangka panjang.
“UIN Saizu siap menjadi contoh tata kelola wakaf uang yang profesional dan akuntabel,” tegas Prof. Ridwan, Senin (18/8/2025).
Menurutnya, alasan utama UIN Saizu melibatkan mahasiswa baru dalam Gerakan Wakaf Uang adalah membangun kesadaran sejak dini bahwa wakaf bukan sekadar ibadah sosial, melainkan juga bentuk kontribusi nyata bagi keberlangsungan Pendidikan Islam yang berkelanjutan.
Ada tiga tujuan utama:
1. Menanamkan nilai filantropi Islam kepada mahasiswa sejak awal masuk perkuliahan. Mahasiswa diajak memahami bahwa wakaf adalah instrumen penting dalam membangun kemandirian umat.
2. Mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam pembangunan kampus PTKIN. Dengan wakaf uang, mahasiswa bukan hanya sebagai penerima manfaat pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari pemberi manfaat.
3. Membangun karakter generasi dermawan dan peduli. Melalui nominal yang terjangkau, mahasiswa belajar berbagi dan merasakan dampak kolektif dari wakaf produktif.
“Hari ini merupakan hari pertama mahasiswa baru UIN Saizu menjalani Pengenalan Budaya Akademik dan Kampus (PBAK). Kami ajak mahasiswa baru terbiasa dengan budaya filantropi,” jelasnya.
Dia menjelaskan, Gerakan Wakaf Uang memberi pengalaman spiritual, sosial, sekaligus kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam.
UIN Saizu juga telah membentuk Pusat Pengembangan dan Pengelolaan Wakaf (P3W) sejak 11 Juni 2025 melalui SK Rektor Nomor 426/2025. Unit ini dipimpin oleh Dr. Saefuddin dan dikoordinasikan teknis oleh Wakil Rektor III.
Dalam implementasinya, UIN Saizu bermitra dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan tata Kelola wakaf uang yang akuntable dan tranparan didukung dengan aplikasi wakaf yang matang. (AR)
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!
#UINSaizu #WakafUang #DanaAbadiPendidikan #P3WUINSaizu #DirektoratPAI #WakafNasional #KementerianAgama #PTKIN

